CCN, SERANG — “Hana nguni hana mangké, tan hana nguni tan hana mangké.” Ungkapan bijak dari naskah Amanat Galunggung ini menjadi ruh utama pelaksanaan Festival Hana Nguni Hana Mangke 2 atau Festival Teater Remaja Banten, yang kembali digelar oleh Komunitas Seni Pertunjukan Teater GBB Banten, FKIP Untirta, Sabtu (2/8/2025) di Aula Lantai 3 Kampus FKIP Untirta, Serang.
Festival yang diikuti oleh 11 grup teater dari SMA/SMK se-Provinsi Banten ini mengusung tema “Penciptaan Seni Pertunjukan Teater Berbasis Cerita Rakyat dalam Konteks Pelestarian Tradisi Lisan di Banten.” Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi media edukasi budaya yang menekankan pentingnya pelestarian folklore Banten melalui seni pertunjukan teater.
Ketua Penyelenggara, Giri Mustika Roekmana, menegaskan bahwa festival ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, khususnya di kalangan generasi muda, tentang pentingnya menjaga tradisi dan cerita rakyat sebagai jati diri daerah. “Semoga Festival ini dapat berdampak pada masyarakat terkait kesadaran akan pelestarian folklore yang ada di Banten,” ujarnya.
Giri menambahkan, proses festival tidak berhenti pada pentas semata. Setiap peserta dituntut untuk melalui tahapan Riset, Analisis, dan Praktek secara mendalam agar mampu menciptakan karya pertunjukan yang bukan hanya memikat secara estetika, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal.
“Melalui teater, para remaja diajak berpikir kritis, memahami psikologi manusia, serta merasakan dinamika kerja kolektif. Proses ini bukan hanya membangun kreatifitas, tapi juga menanamkan kesadaran akan jati diri budaya mereka,” imbuhnya.
Festival ini juga menjadi ruang strategis dalam membangun ekosistem teater berbasis pendidikan. Seni teater dipandang sebagai wadah kolaboratif yang mampu merangkum berbagai unsur seni; dari sastra, musik, tari, hingga visual. Pendekatan ini menjadi media efektif dalam membangun karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berkarakter “Jawara”, selaras dengan visi Kampus Jawara Hits ‘n Green FKIP Untirta.
Dalam kompetisi yang berlangsung sengit ini, sejumlah grup teater berhasil meraih predikat jawara di berbagai kategori, antara lain:
Jawara Umum: Teater Nol Banten (SMAN 1 Jawilan, Kab. Serang)
Jawara I: Teater Nol Banten (SMAN 1 Jawilan, Kab. Serang)
Jawara II: Teater Tenda (SMAN 2 Kota Serang)
Jawara III: Teater Es Kalapa (SMKN 8 Pandeglang)
Jawara Harapan I: Teater Awan (SMAN 1 Kota Serang)
Jawara Harapan II: Teater Batas (SMK Ikhlas Jawilan, Kab. Serang)
Jawara Harapan III: Teater Ringkasoralokananta (SMAN 1 Pandeglang)
Kategori individu dan teknis terbaik juga diumumkan dengan rincian sebagai berikut:
Jawara 1 Sutradara Terbaik: Teater Nol Banten (SMAN 1 Jawilan, Kab. Serang)
Jawara 1 Aktor Terbaik: Teater Nol Banten (SMAN 1 Jawilan, Kab. Serang)
Jawara 1 Aktris Terbaik: Teater Es Kalapa (SMKN 8 Pandeglang)
Jawara 1 Artistik Terbaik: Teater Tenda (SMAN 2 Kota Serang)
Jawara 1 Kostum Terbaik: Teater Batas (SMK Ikhlas Jawilan, Kab. Serang)
Jawara 1 Make Up Terbaik: Teater Salma (SMAN 1 Cikeusal, Kab. Serang)
Jawara 1 Musik Terbaik: Teater Awan (SMAN 1 Kota Serang)
Jawara 1 Tata Cahaya Terbaik: Teater Sang Sendu (SMAN 8 Kota Serang)
Jawara Favorit: Teater Awan (SMAN 1 Kota Serang)
Dewan Juri dan Pengamat
Festival ini dinilai oleh para juri berkompeten di bidang seni pertunjukan teater, yaitu:
Ahdi Zukhruf Amri, M.Pd (Peneliti dan Praktisi Teater)
RA. Yopi Hendrawan, S.Sn., M.Sn (Direktur Ruang Kreatif Halaman Budaya dan Praktisi Teater)
Sementara itu, pengamatan artistik dan substansi budaya dalam festival ini juga diawasi oleh:
Dede A. Majid (Direktur Guriang Tujuh dan Praktisi Teater)
Sulaiman Djaya (Sastrawan, Jurnalis, dan Kubah Budaya)
Dengan mengedepankan proses edukatif dan kreatif, Festival Hana Nguni Hana Mangke 2 diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cinta budaya, tetapi juga memiliki daya saing di kancah seni pertunjukan nasional maupun internasional.(***)





