CCN, Cilegon – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Kajian Tugu Peristiwa Geger Cilegon 1888. Acara yang berlangsung pada Kamis, 11 Juli 2024 ini dihadiri oleh para guru SMPN se-Kota Cilegon, lembaga, yayasan, komunitas sejarah, sejarawan, dan budayawan Kota Cilegon.
Kegiatan ini merupakan langkah awal pemerintah untuk menggali informasi guna memperkenalkan Tugu Peringatan Geger Cilegon 1888 beserta sejarahnya kepada masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon mengkaji Tugu Peringatan tersebut untuk melengkapi warisan sejarah lokal. Kajian ini melibatkan tim peneliti yang akan mempelajari lebih lanjut tentang tugu tersebut, sehingga dapat menjadi simbol peringatan yang mampu mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hj. Heni Anita Susila, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Dengan adanya kajian dan penelitian mendalam, kita dapat menyediakan data awal yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah bekerja sama dengan tim peneliti Dadan Sujana. Hal ini akan menjadi dasar yang kuat untuk langkah-langkah pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Kota Cilegon serta bahan persiapan yang akan menjadi koleksi museum yang insya Allah kami sedang upayakan,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya kajian terhadap monumen sejarah ini untuk mengembangkan historiografi lokal yang masih minim informasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menggali dan memulihkan nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya, sehingga generasi muda dapat lebih menghargai dan memahami sejarah perjuangan di Kota Cilegon.
FGD Kajian Tugu Peringatan Peristiwa Geger Cilegon 1888 ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga kepada Pemerintah Kota Cilegon mengenai kajian tugu tersebut. “Melalui Focus Group Discussion ini, saya berharap kita dapat menghasilkan kajian yang mendalam dan komprehensif. Hasil dari kajian ini tentunya akan menjadi pertimbangan penting dalam upaya pelestarian Tugu Peristiwa Geger Cilegon 1888. Kami juga berharap kegiatan ini dapat memicu kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai historis dan mendukung upaya pelestarian warisan sejarah yang kita miliki,” tambah Hj. Heni Anita Susila.
Ketua Yayasan KH. Wasyid, H. Asep Sofwatullah, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pernyataan dukungannya. “Kajian ini sangat penting bagi kita semua. Tugu Peristiwa Geger Cilegon 1888 bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga pengingat bagi generasi muda tentang perjuangan dan semangat pahlawan kita. Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam melestarikan dan mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat,” ucapnya.
“Di zaman sekarang, banyak orang mudah menyerah dengan keadaan, padahal masih banyak yang bisa dikerjakan. Membangun semangat untuk hidup, memperjuangkan hak hidup dan hak berusaha tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus berkolaborasi dan bergotong royong dengan saudara-saudara lainnya, tidak ada perjuangan yg dilakukan sendirian, bahkan semutpun bersatu, tidak ada perjuangan yg dilakukan sendirian, bahkan semutpun bersatu, “tambah H. Asep Sofwatullah.
Acara FGD ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Cilegon, khususnya dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan lokal. Semoga acara ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. (***)





